Loncat ke konten
News

6 Wilayah Indonesia dengan Kualitas Udara Terburuk Hari Ini, Tembus Kategori Berbahaya

Kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia pada Rabu (26/8/2026) berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya. Kondisi tersebut terutama terlihat di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan yang tengah menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

Desi Wulandari 2 menit baca 2 kali dibaca
6 Wilayah Indonesia dengan Kualitas Udara Terburuk Hari Ini, Tembus Kategori Berbahaya — News

Enam wilayah di Indonesia mencatat kualitas udara tidak sehat hingga berbahaya pada Rabu (26/8/2026) siang.  Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rabu (26/8/2026), Kalimantan mendominasi daftar daerah yang masuk kategori kualitas udara terburuk berdasarkan konsentrasi PM2.5. Particulate Matter (PM2.5) adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 µm (mikrometer).  Pengukuran konsentrasi PM2.5 menggunakan metode penyinaran sinar beta (Beta Attenuation Monitoring) dengan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Daftar Wilayah dengan Kualitas Udara Mengkhawatirkan Kubu Raya, Kalimantan Barat, menjadi wilayah dengan kondisi paling buruk. Pada Rabu pukul 12.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di daerah itu mencapai 266,9 µg/m³ dan masuk kategori berbahaya.
Dua wilayah lain dari Kalimantan juga masuk daftar.
Sintang, Kalimantan Barat mencatat konsentrasi PM2.5 sebesar 152,4 µg/m³ dalam kategori sangat tidak sehat,
sedangkan Palangka Raya, Kalimantan Tengah berada pada level tidak sehat dengan angka 145,1 µg/m³.
Tiga daerah lainnya berada di luar Kalimantan. Musi 2 Palembang mencatat 158,8 µg/m³ dan masuk kategori sangat tidak sehat. 
Pekanbaru serta Muaro Jambi masing-masing berada pada angka 83,6 µg/m³ dan 70,6 µg/m³ dengan kategori tidak sehat.
Bila dibuat peringkat, berikut daftar wilayah dengan kualitas udara tidak sehat hingga berbahaya per Rabu pukul 12.00 WIB: Kubu Raya, Kalimantan Barat: 266,9 µg/m³ (berbahaya) Musi 2 Palembang, Sumatera Selatan: 158,8 µg/m³ (sangat tidak sehat) Sintang, Kalimantan Barat: 152,4 µg/m³ (sangat tidak sehat) Palangka Raya, Kalimantan Tengah: 145,1 µg/m³ (tidak sehat) Pekanbaru, Riau: 83,6 µg/m³ (tidak sehat) Muaro Jambi, Jambi: 70,6 µg/m³ (tidak sehat).
Asap Terdeteksi di Berbagai Wilayah Kondisi kualitas udara di berbagai daerah tidak terlepas dari sebaran asap yang dianalisis BMKG menggunakan citra metode Red Green Blue (RGB). BMKG memadukan analisis citra dengan arah dan kecepatan angin pada lapisan 1000 mb serta data titik panas Geohotspot.  Di Sumatera, asap terpantau di Riau, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, serta Sumatera Selatan. 
Sementara di Kalimantan, sebarannya meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Asap juga terdeteksi di Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
Sebaran asap bahkan bergerak melewati wilayah Indonesia. BMKG mengonfirmasi adanya Transboundary Haze atau asap lintas batas dari Kalimantan Barat menuju Sarawak, Malaysia.

Dokumentasi

Galeri

1 foto

Diskusi

Komentar (0)

Sudah punya akun? Masuk supaya nama terisi otomatis. Komentar tamu ditinjau redaksi sebelum tayang.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Berita terkait